Langsung ke konten utama

IFC-5 UIN Walisongo Semarang Belajar Teleskop Refraktor


Mahasiswa S.1 UIN Walisongo Semarang Prodi Ilmu Falak semester 5 kelas C, Selasa, 03 Oktober 2017 Belajar Teleskop Refraktor yang di pandu oleh mahasiswa S.2 UIN WS sebut saja namanya Farid asli Lasem,& di bimbing oleh Bpk. Dosen Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag

Pembelajaran mengenai teleskop ini diharapkan mahasiswa bisa menguasainya dan mempraktekkannya. Ujar Bpk. Dosen Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag

Teleskop, apa sih itu teleskop? Teleskop berasal dari dua kata yaitu tele yang berarti jauh dan skopein yang berarti melihat jadi teleskop adalah pengamatan yang dilakukan untuk melihat benda jarak jauh. Teleskop di bedakan menjadi 3 yaitu teleskop refraktor, reflektor & catadioptr. Nah pembahasan kali ini akan membahas tentang teleskop refraktor tipe attazimuth.

"Tipe attazimuth hanya memakai ketinggian & arah"ujar Farid
Lanjut bagian bagian teleskop meliputi : lensa cembung, lensa cekung, cermin cembung, cermin cekung, jarak fokus, bidang pandang, pembesaran, resolusi, tabung teleskop, pemberat,kedataran, Finderscope, eyepiece/pengunci, mouinting, tripod & half pillar, hand control.
Mengapa dalam teleskop di butuhkan kedataran? Karena "Jika dalam melihat benda langit tidak di pertimbangkan kedatarannya maka hasil yang diperoleh akan melenceng" ujar Farid 
Hand control hanya dapat dipakai untuk kalibari bintang & planet, dapat dipakai saat malam hari, hand control ada 6 jenis tetapi yang sering dipakai hanya 4 saja. pertanyaan yang ditimbulkan oleh rekan Yusuf Faizin IFC-5 tentang pembesaran pada teleskop tersebut membuat mas Farid menggira bahwa pembesaran teleskop ini kurang lebih 70, & diameter tabungnya 108.

Cara Pemakaian posisi tabung harus mengarah keatas/zenit, kemudian bagian yang ada tulisan S nya diarahkan ke selatan kemudian di kunci, selanjutnya on kan remot akan muncul home kemudian pilih apa yang akan diamati.


M.S

Komentar